Ibuprofen

Posted: September 9, 2011 in FARMASI

Nama obat       : Ibuprofen

Kelas               : Analgesik/ NSAID, antipiretik

Struktur Kimia            : Struktur Kimia Ibuprofen

Cara kerja                    :Menurunkan inflamasi, nyeri, demam, kemungkinan menghambat aktivitas siklooksigenase secara tidak selektif (siklooksigenase 1 dan 2), dan menghambat sintesis prostaglandin, serta dapat mengubah fungsi platelet yang memperpanjang waktu pendarahan.

Indikasi                       : meringankan gejala arthritis rematoid, osteoarthritis, nyeri yang sedang sampai berat, dismenorhea primer, dan menurunkan demam. Tidak digunakan untuk : pengobatan arthritis rematoid pada anak-anak, terbakar sinar matahari, resisten agne vulgaris.

Kontraindikasi            :hipersensitif aspirin, atau iodide, sindrom polip hidung, angiodema, atau hipersensitif pada NSAID yang lain.

Rute dan Dosis           :

Artritis rematoid dan osteoarthritis
Dewasa : PO, 300-800 mg tid to qid dan tidak boleh lebih dari 3,2 g/hari.

Nyeri sedang sampai berat

Dewasa : PO,  400 mg q 4 to 6 hr prn.

Dismenorhea primer

Dewasa : PO, 400 mg q 4 hr prn.

Artritis pada anak-anak

Anak-anak : PO, 30-40 mg/kgbb/hari in 3 to 4 divided doses.

Menurunkan demam

Anak-anak usia 1-12 tahun ≤ 39,20C direkomendasikan dosis PO 5 mg/kgBB dan jika >39,20C dberikan dosis PO 10 mg/kgBB, dosis maksimal adalah 40 mg/kgBB/hari.

Interaksi

Menurunkan efek dari antihipertensi,beta bloker, diuretik, dan hidralazin.  Meningkatkan konsentrasi digoksin dalam serum,metotreksat,  juga  meningkatkan level Litium karena penurunan kliren litium pada ginjal. Mungkin mnyebabkan pendarahan pada GI, dan dapat meningkatkan resiko pendarahan setelah pemberian antikoagulan.

Reaksi merugikan        : membahayakan pada lambung, diare, mual, pening (dizziness), kadang terjadi ruam pada kulit. Ulkus pada GI resiko tinggi pada dosis besar dan orang tua dan juga menyebabkan retensi cairan. Kadang menimbulkan disfungsi ginjal, terutama pada pasien gangguan ginjal, CHF atau sirosis. Sedikit meningkatkan waktu pendarahan, meningkatkan enzim liver, limpopenia, agranulasitosis, anemia aplastik, dan jarang ditemukan aseptic meningitis.

Farmakokinetik                       : untuk antipiretik, konsentrasi serum 10 mg/L (48µmol/L). konsentrasi serum diatas 200 mg/L (971 µmol/L) setelah pemberian menimbulkan toksisitas berat seperti apnea, asidosis metabolic, dan koma.

Nasib obat, dengan cepat diabsorbsi dari GI dan bioavaibilitasnya lebih dari 80%. Konsentrasi puncak pada anak-anak 17-42 mg/L (121-257 µmol/L) setelah pemberian dosis 10 mg/kgBB dicapai pada 1,1 ± 0,3 jam. Lebih dari 99% berikatan dengan protein plasma, dan dimetabolisme paling tidak menjadi 2 metabolit tidak aktif. Volume distribusi 0.15 ± 0.02 L/kg, meningkat pada cystic fibrosis. Klirens 0.045 ± 0.012 L/jam/kg, meningkat pada cystic fibrosis. Kurang dari 1% diekskresikan dalam bentuk tidak berubah. Waktu paruh 2 ± 0.5 jam.

Instruksi untuk pasien : obat ini boleh diberikan bersamaan dengan makanan, susu, atau antacid untuk mengurangi gangguan pada perut. Laporkan jika ada gejala ulkus GI atau pendarahan, ruam kulit, kenaikan berat, atau edema. Pening dapat terjadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s