Kecewa Lagi

Posted: November 5, 2011 in JEJAK PERJUANGAN

Buku pesanan salah seorang senior ku sudah selesai dicetak malam rabu kemarin. Berarti, hari kamis sore sudah bisa diserahkan ke kakak yang memesan buku itu. Karena biasanya cuma sehari sudah selesai untuk menjilid buku itu.

 Seminggu sebelumnya, salah satu teman ku juga ada yang memesan buku yang sama. Aku menjilidnya di jalan dr. Mansyur, tidak jauh dari langganan ku saat menjilid buku yang sebelum-sebelumnya. Aku mencari tempat penjilidan yang lain karena pemilik percetakan tersebut memberikan harga yang jauh beda dengan sebelumnya (dua kali lipat), itu pun katanya harus dijadikan dua buku (karena ketebalan). Padahal, sebelumnya buku yang sama sudah pernah dijilid di tempat itu, tapi, walauapun aku sudah mencoba menjelaskan dan menawar harganya, pemilik percetakan itu masih tidak mau menurunkan harganya. Akhirnya, ku bungkus kembali lembaran-lembaran kertas yang sudah sempat dibuka oleh anggotanya, dan ku bawa ke tempat lain.

Aku merasa kesal juga sih dengan si Bapak itu. Padahal, dia sudah sering melihat aku datang ke situ, untuk hal yang sama. Ku akui, memang kualitas jilidan percetakan ini bagus, dan tepat waktu selesainya. Tapi, sekarang aku nggak tahu, karena kedua pekerja yang dulu selalu mengerjakan penjilidan buku yang ku bawa ke situ sudah tidak pernah kelihatan lagi di situ. Mungkin, nggak tahan kali ya bekerja disitu. gak taulah.. hehhehe..

Sama halnya dengan berpangkas, aku sangat sulit untuk mencari tempat yang lain dan biasanya aku menjadi pelanggan yang setia jika aku merasa tempat itu cocok. Namun, aku sudah sempat jengkel. Dengan sedikit kesal, aku susuri jalan dr. Mansyur mencari percetakan yang lainnya yang berada di sekitar jalan dr. Mansyur.

Tak jauh dari situ, aku sudah menemukan percetakan yang lain. Sesampai di percetakan tersebut aku langsung mengeluarkan lembaran-lembaran kertas yang ku bawa, dan menanyakan berapa biaya penjilidannya. Kali ini memang agak lebih bersahabat, bisa nego harga. Dan, akhirnya memang, aku menjilidkan buku itu di tempat itu, dengan harga yang lebih murah di banding di tempat yang langganan ku sebelumnya.

Besoknya, kira-kira jam lima sore, buku tersebut sudah selesai. Namun, kopernya tidak di scan, alias masih pakai kertas yang ku berikan sebelumnya, dilaminatingkan langsung ke kopernya, jadinya kurang bagus. Tapi, itu memang salah ku, karena aku nggak reques supaya discan.

Lanjut lagi cerita mengenai penjilidan buku yang dipesan oleh senior ku tadi.🙂

Aku jadi merasa kurang puas dengan hasil penjilidan yang sebelumnya. Akhirnya, aku mencoba untuk mencari percetakan lainnya. Kali ini aku coba mencari di sekitar jalan Jamin Ginting. Ada dua tempat yang aku tanyakan. Tempat pertama bilang harganya empat kali lipat dari langganan ku yang lama. Tempat yang kedua, harganya tiga kali lipat dari langganan pertama. Haduh… kok malah tambah mahal fikir ku.

Aku berjalan terus, mencari dan berharap menemukan percetakan yang lebih murah biaya penjilidannya. Akhirnya, aku menemukan percetakan yang lumayan besar. Begitu duduk di kursi yang sengaja disediakan untuk pelanggan, aku langsung mengeluarkan buku yang mau dijilid dan menanyakan pada petugas yang ada di situ.

Petugas itu hanya memanggil toke (pemilik) percetakan tersebut dan menanyakan apakah cocok dengan harga yang aku tawarkan. Nego harga pun terjadi. Akhirnya, aku setujui saja dengan harga permintaannya, karena aku sudah malas untuk mencari percetakan lainnya. Harga yang diberikannya, hampir dua kali lipat dari harga dipercetakan langganan ku sebelumnya. Saat pemberian panjar, si toke bilang bukunya besok sore jam lima sudah bisa diambil. Aku langsung meninggalkan percetakan tersebut dan langsung bergerak ke kampus.

Besok harinya, kiara-kira jam tengah tiga, aku berjalan dari kampus ke tempat percetakan itu. Aku sengaja lebih cepat karena aku mau pulang ke kos sekalian fikir ku.

Di percetakan. Aku menanyakan pada petugas buku yang aku jilidkan kemarin. Dia menyuruh aku duduk di kursi yang sudah disediakan. Petugas yang menanngani bagian itu katanya sedang pergi makan siang. Lantas, aku pun duduk di situ sambil memperhatikan sekitar percetakan tersebut. Percetakan ini pakai CCTV, banyak orang yang datang ke situ.

Aku duduk di situ sudah hampir setengah jam. Ku tanyakan lagi. Jawabnya petugasnya belum datang.

Selama aku duduk di situ, ada juga pelanggan lain yang datang untuk mengambil filenya mungkin, tapi, belum selesai. Orang tersebut akhirnya pulang dengan kecewa.

Aku pindah tempat duduk, ke bagian sebelah depan percetakan tersebut, karena aku sudah mulai bosan (sudah hampir satu jam menunggu).

Kira-kira dua puluh menit kemudian, aku menanyakan lagi kepada petugas tadi. Jawabannya juga masih sama. Aku mulai kesal. Dengan rasa kesal aku tanyakan kepada petugas tersebut kapan selesainya. Dengan santai dia berkata, besok pagi aja ya dek ambil bukunya.

Coba bayangkan, sudah menunggu lebih satu jam, eh malah disuruh datang besok pagi aja. Tapi, mau buat gimana, di iya kan sajalah. Dengan kesal aku meninggalkan percetakan tersebut dan langsung menyeberang jalan dan menunggu angkot 63 melintas.

Besok harinya. Aku datang ke tempat tersebut kira-kira jam sepuluh pagi. Tetap dengan orang yang sama, aku tanyakan buku ku.

Apa yang aku dapati. Bukunya belum selesai dijilid, hanya di blok saja. Aku tahu karena kakak itu ku lihat mengambil buku tersebut. Haduh… fikirku, tambah lai kekesalan ku. Padahal, aku sudah janji dengan pemesan buku, selesai hari itu.

Nanti sore saja diambil jilidannya ya dek. Katanya lagi. Manusia apalah ini fikir ku, seenaknya saja ngomong, tidak mikir kalau orang sudah terpaksa berapa kali tidak menepati janji, gara-gara mereka.

Dengan kesal lagi. Aku langsung lagi pergi ke kampus, menjumpai kawan untuk mengopi bahan kuliah. Di kampus, jumpa dengan pemesan buku, gak enak kali rasanya. Ya udah dek, selasa aja bukunya, pokoknya sebelum ujian, kakak pun mau pulkam dulu ini katanya. Syukur deh, kakak itu nggak marah. hehhee…

Sorenya hujan lebat. aku khirnya nggak jadi ke percetakan ngambil buku teresebut. Sudahlah, senin sajalah diambil buku, pas mau ujian. Mudah-mudahan senin dah siaplah buku tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s