Archive for the ‘FARMASI’ Category

Bahaya Lem Kambing

Posted: October 29, 2011 in FARMASI

Jangan Ngelem Lagi Bro!

Suatu pemandangan yang sangat memprihatinkan akan terlihat saat melalui beberapa persimpangan jalan di kota medan. Ada pengamen, ada peminta-minta, ku rasa itu sudah hal biasa. Ada yang menurutku luar biasa, yang belum pernah ku temukan dulu waktu di desa.

Suatu ketika saat pulang kuliah, di tengah teriknya matahari, dalam suasana sesaknya angkot 63 mitra, yang memuat penumpang delapan enam, terlihat oleh ku beberapa orang remaja dan ada mungkin yang masih anak-anak. Mereka memegang-megang plastik yang biasanya dipakai kalau misal beli gula putih atau beli minyak goreng kiloan. Aku mengamati salah seorang dari mereka. Sambil menutup matanya, dia sesekali menarik nafas panjang sambil menghirup sesuatu yang ada di dalam plastik tadi.

 Astaghfirullah fikir ku. Lem kambing, lem kambing yang wadahnya dari kaleng dan sekarang ada yang bentuk seperti wadah tempat pasta gigi itu ternyata di dalamnya. Kalau di kampung, lem ini ku pakai buat nempel ban sepeda motor yang bocor nih. Kok aneh ya, di Medan kok dihirup-hirup?? :/ Gimana rasanya bro?? Mau nyoba??

Aku sangat penasaran dengan penomena ini. Apa sih alasan mereka ngisap-ngisap lem kambing ini. Karena penasaran tersebut, aku coba browsing di internet apa sih kandungan lem kambing ini kok dihirup-hirup gitu sampai nutup-nutup mata gitu. Apa karena harumnya bisa membuat hipnotik sedatif gitu kali ya. Hahha, dasar anak farmasi. Sulit juga nemuin apa yang ada dalam lem kambing ini, akhirnya setelah sekian lama mencari, dapat juga, itu pun cara membuat lem. Hahhaha…. Tapi, dari sini akhirnya ku dapat cari literatur, dan dapatlah dari teksbuk, apa-apa saja yang terlibat dalam pembuatan lem ini.

Lem kambing disebut juga dengan lem kuning, mungkin karena warnanya yang kuning itu. Lem ini dibuat dari karet dengan mencampurkan karet tersebut dengan Zink oksida atau Magnesium oksida menggunakan alat khusus, sehingga terbentuklah karet yang bentuk lembaran tipis. Lem kambing gak tipis-tipis tapi bro?? Sabar dung, kan belum siap prosesnya! Hehehe…, Selanjutnya lapisan tipis tadi dibuat menjadi pasta menggunakan pelarut. Dengan penambahan panas pada proses ini akan menjadi lebih mudah dan lebih efisien. Setelah itu baru dicampur dengan resin, dan diaduk hingga menjadi lem yang sesuai dengan yang diinginkan yang memproduksinya dung. Apa-apaan neh, ni mau bahas proses produksi lem atau apa??

Hmmm…, sabar bro. Kamu lihat kan yang tulisan warna merah. PELARUT. J.. Emang kenapa dengan pelarut? Iya bro, biasanya industri lem itu menggunakan pelarut organik untuk melarutkan bahan-bahan lem seperti pigmen maupun bahan adhesive nya. Dalam buku Adhesives Technology Handbook dikatan bahwa pelarut yang umum digunakan industry lem adalah sebagai berikut : Toluene, xylene, methyl ethyl ketone (MEK), hexane, meyhylene chloride, trichloroethylene, chloroflourcarbons.

Praktikum kimia organik. Hahai.. Teringat jadinya. Aku masih ingat aroma toluene itu. Aroma lem kambing itu juga jadi teringat waktu nempel ban kereta di kampung, maklumlah, dulu kalau pulang kampung kerjaannya jadi tukang temple ban. Itu dulu, sekarang dah nggak… hahhahha… Memang aroma lem kambing itu gak jauh beda dengan bau toluene, jadi aku bisa menduga memang di lem kambing pake pelarut toluene. Selain itu, lem kambing tu kalau terkena ke kulit rasanya dingin, hampir sama seperti terkena etanol.

Di sini ku cuma bahas pelarut toluene saja dulu ya bro. Nanti, mudah-mudahan akan membahas pelarut-pelarut yang lainnya di lain waktu juga. Okeh..????

Toluena, dikenal juga sebagai metilbenzena, fenilmetana, atau toluol. Rumus kimianya yaitu hampir sama dengan benzene, tetapi ditambah gugus metil pada salah satu atom karbonnya makanya salah satu namanya metilbenzena. Kalau, rumus kimia benzene C6H5, maka rumus kimia toluene jadi C6H5 + CH3 jadi C7H8, gampangkan. Hahhahha.. bilang-bilang gampang, sadar lae, dodol do kimor mu. J

Dalam dunia farmasi toluene digunakan dalam pembuatan pemanis non gula sakarin, anastesi lokal benzokain, dan juga dalam pembuatan asam benzoate. Waw, kalau nggak disalah gunakan memang toluene ini cukup bermanfaat juga untuk kita.

Bagaimana efek paparan toluene terhadap tubuh kita? Dalam tesisnya yang berjudul Analisis Pajanan Toluena Terhadap Profil Darah Pada Pekerja Sektor Industri Penyulingan Minyak Bumi, Agus Warsito (2007) mengatakan, Pemajanan toluena ke dalam tubuh dapat menyebabkan iritasi pada kulit, mata dan saluran pernafasan, juga menyebabkan keracunan sistemik dengan efek pada susunan saraf pusat.

 Toluena mengiritasi kulit, mata, dan saluran pernafasan. Dapat menyebabkan keracunan sistemik melalui penelanan atau penghirupan dan diserap pelan-pelan melalui kulit. Cara yang paling umum biasanya melalui penghirupan/inhalasi. Gejala keracunan toluena adalah efek pada susunan saraf pusat, seperti sakit kepala, pusing, ataksia, mengantuk, euphoria, halusinasi, gemetar, serangan jantung, dan koma, ventricular arrythmias, pneumonitis kimia, depresi pernafasan, mual, muntah, dan ketidakseimbangan elektrolit.

Mekanisme dimana toluena menghasilkan keracunan sistemik tidak diketahui. Keracunan susunan saraf pusat bisa karena kelarutan toluene dalam lemak dalam membran neoronal. Telah dikatakan bahwa toluene mengganggu fungsi normal dari protein neuronal. Juga telah dikatakan

bahwa keracunan toluena bisa terjadi karena intermediasi metabolis. Keracunan pada susunan saraf pusat umumnya dapat dilihat dalam jangka waktu dekat setelah eksposur, namun efek pulmonari mungkin tidak muncul hingga enam jam setelah eksposur.

Eksposur/ pajanan kronis pada kurang dari 200 ppm toluene telah dihubungkan dengan sakit kepala, kelelahan dan mual. Pekerja yang terus menerus terekspos pada 200-500 ppm telah dilaporkan mengalami hilangnya konsentrasi, daya ingat dan menurunnya nafsu makan. Beberapa pekerja telah mengalami gangguan yang meningkat pada saraf optis setelah eksposur kronis di tempat kerja. Eksposur kronis karena penyalahgunaan pelarut toluena dapat berakibat pada efek neuropsikiatris permanen. Gangguan otot, efek kardiovaskular, kerusakan renal tubular, dan kematian yang tiba-tiba juga dilaporkan terjadi pada penyalahguna

 Beberapa penelitian telah meneliti tentang efek neuropsikiatris dari eksposur akut gas toluena. Disfungsi integrasi cerebellar dan susunan saraf pusat mendominasi. Selain itu, disfungsi saraf periferal telah dilaporkan, tapi neuropathies peripheral kemungkinan karena ketidakmurnian komposisi, seperti n-hexane dalam toluena. Penyalahgunaan toluena jangka panjang berakibat pada gangguan neuropsikiatris dan neurobehavioral, yang dalam banyak kasus, tapi tidak semuanya, mengalami kemunduran/ kerusakan. Beberapa penyalahguna toluena kronis telah mengalami kerusakan susunan saraf pusat struktural. MRI dan brainstem auditory yang menampilkan evaluasi respons dari otak penyalahguna toluena kronis menunjukkan perubahan permanen dalam struktur otak yang berkorelasi dengan tingkat disfungsi otak. Hasil MRI memperlihatkan hilangnya kekontrasan area abu-abu-putih, mendifusi supratentorial luka sinyal-tinggi area putih, dan sinyal rendah pada ganglia basal dan otak tengah pada otak penyalahguna toluena yang tidak sehat secara neurofisiologis.

 Hmmm…. Bahaya juga ya, bisa sampe menyebabkan kerusakan struktur otak yang permanen, kalau struktur otak nya dah berubah, bisa kita pastikan deh, sifat-sifat orang ini juga kan berubah dung. Demikianlah paparan singkat mengenai toluene si pelarut yang sering dignakan dalam industri lem. Mudah-mudahan bermanfaat.. J

Advertisements

Suatu sore, saat menunggu mahasiswa apoteker selesai kuliah, di depan gedung RSG, fakultas farmasi usu. Bertemu dengan senior (kak tiwi) yang kebetulan juga sedang menunggu temannya mahasiswa apoteker yang sedang kuliah.

Mahasiswa apoteker selesai kuliah kira-kira setengah jam lagi, maka berbincang-bincanglah dengan kak tiwi mengenai farmasilah yang dibahas, beginilah kalau sudah bertemu dengan teman sejawat, hehhehe. Tak lama berbincang-bincang dengan kak tiwi, di depan datang lagi teman sejawat (Yuyun Sundari) mengarah ke tempat kami. Ehh,, ternyata tujuannya sama juga seperti kami, menunggu teman mahasiswa apoteker yang sedang kuliah.

Jadi nambah deh teman ngobrol, makin banyak hal yang diperbincangkan. Ku lupa, gimana awalnya kok bisa nyampai pembicaraan “Kopi + Tapai Ubi + Air Rebusan Kayu Manis” jadi obat diabetes.

Ini bukan kata-kata semata, tapi sudah nyata dan uaknya yuyun yang sudah membuktikan dan merasakan.

Awal cerita, katanya, uaknya gak percaya kalau dia sedang menderita diabetes. Mulai dicurigai waktu baru pulang dari tempat saudaranya di luar daerah. Sepulang dari situ, badan uaknya terasa gatal-gatal katanya. Terus kalau di garut lukanya membekas gak seperti biasa.

Walaupun demikian, uaknya belum juga percaya. Hingga, diceklah gula darahnya menggunakan strip yang hanya bisa melihat secara kualitatif. Memang benar, berdasarkan perubahan warna yang ada pada strip (kata yuyun coklat) itu sudah menunjukkan kadar gula darah yang cukup tinggi ( kalau nggak salah ingat gula darahnya sempat 600 mg/dl).

Setelah diketahui kadar gula darahnya sudah di atas normal, maka makanan uaknya yuyun pun dibatasi. Kata yuyun uaknya jadi anti nasi (takut gula darahnya naik). Sampai-sampai yuyun disuruh minjam buku yang membahas diet untuk penderita diabetes. hehhehe..

Kok bisa ya uaknya yuyun tau ramuan kopi+tapai ubi+air rebusan kulit kayu manis bisa mengobati diabetes?? Katanya dia tahunya dari teman waktu di pasar. Dia percaya saja dan langsung mencobanya. Mungkin karena sudah nggak tahan dengan kondisi diabetes yang banyak pantangannya.

Apa yang terjadi setelah mengkonsumsi ramuan itu?? Memang benar, beberapa hari setelah mengkonsumsi ramuan tersebut, warna stripnya sudah nggak warna coklat lagi (ada penurunan kadar gula darah yang signifikan).

Bagaimana dengan aturan makan uaknya yuyun saat ini. Katanya gak ada batasan lagi, harus makan ini itu. Makan nasi seperti biasa nggak menaikkan gula darah yang begitu tinggi (sudah normal).

Hmmm…!! Bagaimana ya, kok bisa ramuan tersebut bisa berkhasiat sebagai obat diabetes, bisa sembuh total lagi?!. :/

Inilah tugas kita mahasiswa farmasi. Namun, sayang, kabar ini didapat ketika aku sudah baru saja menyelesaikan penelitian untuk skripsi sarjana ku.

Perlu dikaji secara farmakologi bagaimana aksi dari campuran ramuan ini, sehingga bisa menurunkan kadar gula darah. Berdasarkan pencarian dari inter net yang ditulis oleh Ikrowani Tarigan dalam situs Media Indonesia dikatakan bahwa Ilmuwan dari Amerika mengklaim kalau satu sendok teh kayu manis sehari bisa membantu mencegah munculnya diabetes. Peneliti dari US Agricultural Research Services’ nutrition laboratories di Beltsville, Md., menemukan kalau ekstrak kayu manis bisa meremajakan kemampuan tubuh agar lebih responsif terhadap insulin. Faktanya, hasil percobaan di laboratorium menunjukkan kalau pengolahan glukosa meningkat hingga 20 kali lipat. Efek ini disebabkan oleh kandungan methylhydroxy chalcone polymer yang terdapat di dalam kayu manis. Hasil percobaan pada tikus menunjukkan kalau konsentrasi glukosa yang tinggi, turun dramatis setelah diberikan turunan kayu manis ini.

Tapi bagai mana dengan efek tapai ubi dan kopinya??

Bagi adik-Adik farmasi yang saat ini sedang akan penelitian, ini adalah hal yang sangat menarik untuk diteliti. Kita bisa meneliti variasi jumlah masing-masing bahan dan hubungannya dengan efek, dan pada akhirnya kita bisa cari dosis optimalnya dan bisa kita buat formulasinya.

Vitamin B6 dan Tidur

Posted: September 15, 2011 in FARMASI

Vitamin B6 dan Tidur

By : Wahyudin Sitorus

Student of Pharmacy Faculty (Clinic And Community), Universitas Sumatera Utara

Sering kita mendengar sesorang mengeluh mengenai tidur. Saya pernah mendegar keluhan seorang Bapak bahwa selama sebulan belakangan saat bertemu dengan bapak itu, beliau mengatakan bahwa dia sangat sulit untuk bisa tidur. Dia mengatakan dia baru bisa tidur kadang setelah jam lima subuh, kemudian setelah jam enam dia sudah terjaga lagi. Ada juga keluhan yang berupa sangat sulit untuk mempertahankan tidur. Baru beberapa waktu tertidur tiba-tiba orang tersebut terbangun, dan sulit untuk dapat tidur kembali.

Banyak faktor yang menyebabkan kualitas tidur seseorang itu terganggu. Faktor tersebut bisa berasal dari eksternal maupun dari internal. Selain itu faktor usia juga sangat berpengaruh terhadap siklus tidur sesorang. Semakin tua usia biasanya semakin tinggi prevalensi untuk terjadinya gangguan tidur.

Faktor internal yang dapat mempengaruhi siklus tidur seseorang misalnya adalah hormone yang mengatur siklus tidur, penyakit yang diderita misalnya asma yang dapat mengganggu jika kambuh saat sedang tertidur.

Sedangkan faktor eksternal yang dapat menyebabkan gangguan tidur misalnya beban kerja yang berat yang dapat menyebabkan stress, suasana lingkungan tempat tidur, radiasi sianar elektromagnetik gelombang mikro seperti radiasi yang dihasilkan Microwave oven, HP keluaran baru yang mempunyai frekuensi tinggi dan banyak lagi faktor lainnya.

Disini penulis akan meninjau penyebab terjadinya gangguan tidur akibat terjadinya gangguan internal (hormone), dan bagaimana hubungannya dengan Vitamin B6.

Hormon yang dibahas disini adalah hormone melatonin. Nama kimia dari hormone ini adalah N-5-Metoksil-N-Asetil-Triptamin. Hormone ini dilepaskan oleh kelenjar pineal. Selain itu hormone ini juga dilepaskan pada retina dan gastrointestinal (saluran cerna). Hormone ini berperan dalam pengaturan irama sirkadian, yang akan mengatur siklus tidur kita.

Hormon melatonin disintesis (dibentuk) dari triptopan. Triptopan adalah salah satu asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh. Triptopan akan megalami proses metabolisme sebelum menjadi melatonin. Dalam tahapan metabolism inilah nantinya dibutuhkan vitamin B6  sebagai koenzim.

Dalam proses pembentukannya L-Triptopan akan diubah menjadi L-5-hidroksitriptopan menggunakan enzim triptopan hidroksilase. Kemudian L-5-hidroksitriptopan akan diubah menjadi 5-hidroksi triptamin (serotonin) menggunakan enzim yang berfungsi sabagai dekarboksilase. Pada proses inilah dibutuhkan vitamin B6 yang akan menghilangkan gugus karboksilat pada senyawa L-hidroksi triptopan, sehingga terbentuk serotonin. Tahap selanjutnya serotonin akan mengalami asetilasi menggunakan enzim 5-HT N-asetilase, sehingga terbentuk senyawa N-asetil serotonin. Kemudian selanjutnya lagi senyawa N-asetil serotonin akan diubah menjadi melatonin oleh enzim hidroksi indol O-metiltransferase, maka dengan demikian selesailah tahapan pembentukan melatonin.

Tahapan Reaksi Pembentukan Melatonin

Kita lihat pada proses tersebut vitamin B6 berperan dalam tahap saat akan pembentukan serotonin yaitu pada proses dekarboksilase L-5-hidroksitriptopan. Maka apa yang akan terjadi jika mengalami defisiensi (kekurangan) vitamin B6?

 Pembentukan serotonin dan melatonin tentunya akan terganggu jika terjadi defisiensi vitamin B6. Dan apa pula yang akan terjadi jika terjadi gangguan pembentukan melatonin? Jika ada gangguan pada produksi melatonin maka yang terjadi adalah terganggunya irama sirkadian yang berfungsi sebagai jam biologis yang mengatur siklus tidur kita.

Referensi

– Goodman & Gilman’s The Pharmacologic Basis of Therapeutics – 11th Ed. (2006)

– Harper’s Illustrated Biochemistry a LANGE medical book twenty-sixth edition.(2003)

Dalam Bentuk PDF (DOWNLOAD)

Ibuprofen

Posted: September 9, 2011 in FARMASI

Nama obat       : Ibuprofen

Kelas               : Analgesik/ NSAID, antipiretik

Struktur Kimia            : Struktur Kimia Ibuprofen

Cara kerja                    :Menurunkan inflamasi, nyeri, demam, kemungkinan menghambat aktivitas siklooksigenase secara tidak selektif (siklooksigenase 1 dan 2), dan menghambat sintesis prostaglandin, serta dapat mengubah fungsi platelet yang memperpanjang waktu pendarahan.

Indikasi                       : meringankan gejala arthritis rematoid, osteoarthritis, nyeri yang sedang sampai berat, dismenorhea primer, dan menurunkan demam. Tidak digunakan untuk : pengobatan arthritis rematoid pada anak-anak, terbakar sinar matahari, resisten agne vulgaris.

Kontraindikasi            :hipersensitif aspirin, atau iodide, sindrom polip hidung, angiodema, atau hipersensitif pada NSAID yang lain.

Rute dan Dosis           :

Artritis rematoid dan osteoarthritis
Dewasa : PO, 300-800 mg tid to qid dan tidak boleh lebih dari 3,2 g/hari.

Nyeri sedang sampai berat

Dewasa : PO,  400 mg q 4 to 6 hr prn.

Dismenorhea primer

Dewasa : PO, 400 mg q 4 hr prn.

Artritis pada anak-anak

Anak-anak : PO, 30-40 mg/kgbb/hari in 3 to 4 divided doses.

Menurunkan demam

Anak-anak usia 1-12 tahun ≤ 39,20C direkomendasikan dosis PO 5 mg/kgBB dan jika >39,20C dberikan dosis PO 10 mg/kgBB, dosis maksimal adalah 40 mg/kgBB/hari.

Interaksi

Menurunkan efek dari antihipertensi,beta bloker, diuretik, dan hidralazin.  Meningkatkan konsentrasi digoksin dalam serum,metotreksat,  juga  meningkatkan level Litium karena penurunan kliren litium pada ginjal. Mungkin mnyebabkan pendarahan pada GI, dan dapat meningkatkan resiko pendarahan setelah pemberian antikoagulan.

Reaksi merugikan        : membahayakan pada lambung, diare, mual, pening (dizziness), kadang terjadi ruam pada kulit. Ulkus pada GI resiko tinggi pada dosis besar dan orang tua dan juga menyebabkan retensi cairan. Kadang menimbulkan disfungsi ginjal, terutama pada pasien gangguan ginjal, CHF atau sirosis. Sedikit meningkatkan waktu pendarahan, meningkatkan enzim liver, limpopenia, agranulasitosis, anemia aplastik, dan jarang ditemukan aseptic meningitis.

Farmakokinetik                       : untuk antipiretik, konsentrasi serum 10 mg/L (48µmol/L). konsentrasi serum diatas 200 mg/L (971 µmol/L) setelah pemberian menimbulkan toksisitas berat seperti apnea, asidosis metabolic, dan koma.

Nasib obat, dengan cepat diabsorbsi dari GI dan bioavaibilitasnya lebih dari 80%. Konsentrasi puncak pada anak-anak 17-42 mg/L (121-257 µmol/L) setelah pemberian dosis 10 mg/kgBB dicapai pada 1,1 ± 0,3 jam. Lebih dari 99% berikatan dengan protein plasma, dan dimetabolisme paling tidak menjadi 2 metabolit tidak aktif. Volume distribusi 0.15 ± 0.02 L/kg, meningkat pada cystic fibrosis. Klirens 0.045 ± 0.012 L/jam/kg, meningkat pada cystic fibrosis. Kurang dari 1% diekskresikan dalam bentuk tidak berubah. Waktu paruh 2 ± 0.5 jam.

Instruksi untuk pasien : obat ini boleh diberikan bersamaan dengan makanan, susu, atau antacid untuk mengurangi gangguan pada perut. Laporkan jika ada gejala ulkus GI atau pendarahan, ruam kulit, kenaikan berat, atau edema. Pening dapat terjadi.


Obat-obat yang Dapat Mengubah Warna Feses atau Urin

                Ada beberapa jenis atau golongan obat yang akan memberikan perubahan warna pada feses atau urin kita. Jadi, tidak perlu takut apabila terjadi perubahan warna pada feses atau urin kita saat mengkonsumsi obat tersebut. Beberapa obat tersebut dapat dilihat dalam table berikut ini.

  • Obat-Obat yang mengubah warna feses

OBAT/GOLONGAN OBAT

WARNA YANG DIHASILKAN

AINS (Anti Inflamsi Non Steroid) Merah muda sampai merah atau hitam (jika berwarna hitam pertanda terjadinya perdarahan intestinal)
Antasida, Golongan Aluminium Hidroksida Keputih-putihan atau bercak putih
Antibiotik, Oral Abu-abu kehijau-hijauan
Antikoagulan Merah muda sampai merah atau hitam (jika berwarna hitam pertanda terjadinya perdarahan intestinal)
Antraquinon Kecoklat-coklatan pada mukosa rektum
Arang aktif Hitam
Fenazopiridin Orange-merah
Garam Bismut Hitam kehijau-hijauan
Garam Fe Hitam
Heparin Merah muda to merah atau hitam (jika berwarna hitam pertanda terjadinya perdarahan intestinal)
Indometasin Hijau (karena biliverdinemia)
Indosianin hijau Hijau
klofazimin Merah sampai hitam kecoklat-coklatan
Omeprazol Discoloration
Pirvinium famoat Merah
Rifampin Merah-Orange
Risperidon Discoloration
Salisilat (Khususnya Aspirin) Merah muda sampai merah atau hitam (jika berwarna hitam pertanda terjadinya perdarahan intestinal)
  •  Obat-Obat yang Dapat Mengubah Warna Urin

    OBAT/GOLONGAN OBAT

    WARNA YANG DIHASILKAN

    Aminopyrine Merah
    Amitriptilin Biru-Hijau
    Antipirin Merah-Coklat
    Antraquinon Kuning-Kecoklat-coklatan dalam urin asam; Kuning-Merah muda-Merah dalam urin basa
    Asam Aminosalisilat Discoloration, Merah dalam larutan hipoklorit
    Azuresin Biru atau Hijau
    Daunorubisin Merah
    Deferoksamin Kemerah-merahan
    Doksorubisin Merah
    Entakapon Kecoklat-coklatan-Orange
    Etoksazen Orange to Orange-Coklat
    Fenasetin Coklat gelap
    Fenazopiridin Orange to Merah
    Fenitoin Merah muda to Merah atau Merah-Coklat
    Fenolftalein Merah muda to Merah keungu-unguan dalam urin alkalin
    Fenotiazin Merah muda to Merah atau Merah-Coklat
    Fensuksimid Merah muda to Merah atau Merah-Coklat
    Flutamid Kuning sawo atau Kuning-Hijau
    Furazolidon Coklat
    Garam Fe Hitam
    Idarubisin Merah
    Indandion Orange-Merah dalam urin basa
    Indometasin Hijau (karena biliverdinemia)
    Iron Sorbitex Coklat-Hitam
    Klofazimin Merah sampai Hitam kecoklat-coklatan
    Klorokuin Kuning tua-Coklat
    Klorzoksazon Orange atau Merah keungu-unguan
    Kuinakrin Kuning dalam urin asam
    Kuinin Coklat to Black
    Levodopa Merah-Coklat; Berwarna gelap dalam larutan hipoklorit
    Loratadin Discoloration
    Metildopa Berwarna gelap dalam larutan hipoklorit
    Metilen Biru Biru atau Hijau
    Metokarbamol Gelap to Coklat
    Metronidazol Gelap, Coklat
    Mitosantron Biru-Hijau
    Niasin Gelap
    Nitrofurantoin Kuning-Coklat
    Pamaquin Kuning-Coklat
    Primakuin Kuning to Coklat
    Prometazin (injeksi) Hijau (Karena adanya fenol sebagai bahan pengawet pada formulasi injeksi)
    Propofol (injeksi) Hijau, Putih, Merah muda, Coklat, atau Merah-Coklat
    Resorsinol Hijau gelap
    Riboflavin Florosensi kuning
    Rifabutin Discoloration
    Rifampin Merah-Orange
    Simetidin (Injeksi) Hijau (Karena adanya fenol sebagai bahan pengawet pada formulasi injeksi)
    Solfonamida, Antibakteri Kuning to Coklat
    Sulfasalazin Orange-Kuning dalam urin basa
    Sulindak Discoloration
    Tolkapon Kuning terang
    Tolonium Biru-Hijau
    Triamteren Florosensi biru pucat
    Warfarin Orange

    Sumber
    HANDBOOK OF CLINICAL DRUG DATA, Edisi 10.