Archive for the ‘HIKMAH’ Category


Badan terasa lelah dan penat. Namun, inilah hidup, kalau nggak pernah merasa lelah lagi bukan hidup bro, betul kan? Namun, dalam kepenatan jiwa ini pasti ada hikmah yang bisa kita petik jika kita pandai untuk meninjaunya.

Ada sesuatu yang ingin aku tuliskan, dan itu sudah lama ingin aku tuliskan, namun, belum jadi juga aku tuliskan, dan sekaranglah akhirnya ku tuliskan. Di saat jiwa ini lelah, karena sebuah pertarungan hebat.

Suatu ketika, dan tadi juga ku lihat saat aku di angkot. Angkoter pasti dah tahulah, gimana angkot kita di Medan. Lapan enam, klo nggak lapan tuju juga bisa. Tapi, bukan itu yang ingin aku sampai kan bro.

Sudah selama lebih kurang satu bulan aku melakukan pengamatan, berdasarkan yang aku amati, angkoter itu paling banyak adalah perempuan. Kalau saat berangkat atau pulang kuliah, penumpang laki-laki itu paling hanya dua sampai empat penumpang, lainnya biasanya perempuan. Ini 63 mitra ya, penumpang menteng VII-dr. Mansyur, USU. Selebihnya dan angkot nomor lainnya aku nggak tahu. Lagi, Bukan ini yang ingin aku sampaikan bro.

Tadi. Aku mengatakan penumpangnya banyak perempuan kan? Iya. Beragam. Ada anak sekolah, mahasiswi, pekerja, dan juga ada ibu rumah tangga yang ingin berbelanja.

bersambung lgi… ūüôā

Advertisements

Untuk Kita Renungkan

Posted: October 16, 2011 in HIKMAH

Banjir. Itulah yang terjadi kalau hujan beberapa jam saja. Kekeringan. Itulah yang terjadi kalau kemarau hanya beberapa minggu saja. Panas. Lingkungan terasa sangat panas jika sudah malam hari (yang punya pendingin ruangan mungkin nggak merasakan ini). Ribut, Bising. Suara nyanyian yang berlalu-lalang di jalanan. Bau. Sangat menyesakkan, Buangan asap pabrik yang kian hari makin bertambah.

Air tak lagi menjadi sesuatu yang bisa menghilangkan dahaga. Berubah menjadi racun karena ulah manusia. Hujan tak lagi menjadi sebuah rahmat malah menjadi laknat, karena sudah mengandung kadar asam yang cukup tinggi, membuat bangunan mudah keropos dan membuat tanaman tak lagi subur. Air hujan tak lagi menjadi sebuah rahmat bahkan menjadi laknat, karena sungai tak lagi menjadi aliran untuk air, melainkan aliran sampah, sehingga dengan senang hati air akan mencari aliran baru, diantara rumah-rumah kita. Air hujan tak dapat lagi bertahan di dalam tanah, karena hutan sudah banyak yang berubah menjadi beton, sehingga air tetap menari-nari dipermukaan memporak-porandakan kita.

Masih dapatkah kita bernafas lega saat ini? Bagaimanakah komposisi udara yang kita hirup saat ini? Apakah kita saat ini menghirup gas yang justru menghambat terjadinya proses pembakaran zat-zat makanan di dalam tubuh kita? Saat di jalan, di dalam angkutan umum, maish banyak yang tega merokok, menambah parahnya polusi yang sudah disebabkan oleh asap kenderaan. Di sini, ditambah lagi dengan baunya udara akibat sumbangan buangan pabrik.

Siang hari terasa sangat panas. Bersambung hingga malam juga tetap panas meski pun matahari sudah bersembunyi. Bagi sebagian orang mungkin tidak merasakan ini, apa lagi yang memiliki pendingin udara. Bukan salah siapa-siapa, ini salah manusia juga. Pertumbuhan industri berbanding lurus dengan laju kerusakan hutan. Pertumbuhan industri berbanding lurus dengan meningkatnya sisa polusi gas buang karbondioksida, sementara, yang mengolah karbondioksida mejadi oksigen kembali sudah habis ditebang. Gas karbondioksida tetap bertahan dan berkumpul, membentuk sebuah lapisan di udara yang membuat sinar matahari yang memantul dari bumi kembali lagi ke bumi akibat gas ini. Malam akan terasa panas.

Belum lagi, Lumpur Lapindo yang terjadi di Sidoarjo Porong. Bumi secara terus menerus mengeluarkan material cair panasnya ke permukaan bumi. Ini akibat dari ulah sekelompok elit yang suka membolong-bolongi bumi untuk alasan energi. Suatu saat daerah di sekitar semburan lumpur panas tersebut akan amblas, karena keluarnya terus menerus ke permukaan material di bawahnya, sehingga tidak ada lagi material yang menopang bagian atasnya. Belum lagi seandainya tembok yang terus menerus ditinggikan itu amblas, kata teman ku mungkin bisa menenggelamkan satu kota.
Mungkin usia bumi ini tidak akan lama lagi.

Kriteria Memilih Pasangan Hidup

Posted: August 27, 2011 in HIKMAH

Kriteria Memilih Pasangan Hidup

Dalam menentukan kriteria calon pasangan, Islam memberikan dua sisi yang perlu diperhatikan. Pertama, sisi yang terkait dengan agama, nasab, harta maupun kecantikan. Kedua, sisi lain yang lebih terkait dengan selera pribadi, seperti masalah suku, status sosial, corak pemikiran, kepribadian, serta hal-hal yang terkait dengan masalah pisik termasuk masalah kesehatan dan seterusnya.

Masalah yang pertama adalah masalah yang terkait dengan standar umum. Yaitu masalah agama, keturunan, harta dan kecantikan. Masalah ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW dalam haditsnya yang cukup masyhur.

 Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,`Wanita itu dinikahi karena empat hal : karena agamanya, nasabnya, hartanya dan kecantikannya. Maka perhatikanlah agamanya kamu akan selamat (HR. Bukhari, Muslim)

 Khusus masalah agama, Rasulullah SAW memang memberikan penekanan yang lebih, sebab memilih wanita yang sisi keagamaannya sudah matang jauh lebih menguntungkan ketimbang istri yang kemampuan agamanya masih setengah-setengah. Sebab dengan kondisi yang masih setengah-setengah itu, berarti suami masih harus bekerja ekstra keras untuk mendidiknya. Itupun kalau suami punya kemampuan agama yang lebih. Tetapi kalau kemampuannya pas-pasan, maka mau tidak mau suami harus `menyekolahkan` kembali istrinya agar memiliki kemampuan dari sisi agama yang baik.

Tentu saja yang dimaksud dengan sisi keagamaan bukan berhenti pada luasnya pemahaman agama atau fikrah saja, tetapi juga mencakup sisi kerohaniannya (ruhiyah) yangidealnya adalah tipe seorang yang punya hubungan kuat dengan Allah SWT. Secara rinci bisa dicontohkan antara lain :

  • Aqidahnya kuat
  • Ibadahnya rajin
  • Akhlaqnya mulia
  • Pakaiannya dan dandanannya memenuhi standar busana muslimah
  • Menjaga kohormatan dirinya dengan tidak bercampur baur dan ikhtilath dengan lawan jenis yang bukan mahram
  • Tidak bepergian tanpa mahram atau pulang larut
  • Fasih membaca Al-Quran Al-Kariem
  • Ilmu pengetahuan agamanya mendalam
  • Aktifitas hariannya mencerminkan wanita shalilhah
  • Berbakti kepada orang tuanya serta rukun dengan saudaranya
  • Pandai menjaga lisannya
  • Pandai mengatur waktunya serta selalu menjaga amanah yang diberikan kepadanya
  • Selalu menjaga diri dari dosa-dosa meskipun kecil
  • Pemahaman syariahnya tidak terbata-bata
  • Berhusnuzhan kepada orang lain, ramah dan simpatik

 Sedangkan dari sisi nasab atau keturunan, merupakan anjuran bagi seorang muslim untuk memilih wanita yang berasal dari keluarga yang taat beragama, baik status sosialnya dan terpandang di tengah masyarakat. Dengan mendapatkan istri dari nasab yang baik itu, diharapkan nantinya akan lahir keturunan yang baik pula. Sebab mendapatkan keturunan yang baik itu memang bagian dari perintah agama, seperti yang Allah SWT firmankan di dalam Al-Quran Al-Kariem.

 Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. (QS. An-Nisa : 9)

 Sebaliknya, bila istri berasal dari keturunan yang kurang baik nasab keluarga, seperti kalangan penjahat, pemabuk, atau keluarga yang pecah berantakan, maka semua itu sedikit banyak akan berpengaruh kepada jiwa dan kepribadian istri. Padahal nantinya peranan istri adalah menjadi pendidik bagi anak. Apa yang dirasakan oleh seorang ibu pastilah akan langsung tercetak begitu saja kepada anak.

Pertimbangan memilih istri dari keturunan yang baik ini bukan berarti menjatuhkan vonis untuk mengharamkan menikah dengan wanita yang kebetulan keluarganya kurang baik. Sebab bukan hal yang mustahil bahwa sebuah keluarga akan kembali ke jalan Islam yang terang dan baik. Namun masalahnya adalah pada seberapa jauh keburukan nasab keluarga itu akan berpengaruh kepada calon istri. Selain itu juga pada status kurangbaik yang akan tetap disandang terus ditengah masyarakat yang pada kasus tertentu sulit dihilangkan begitu saja. Tidak jarang butuh waktu yang lama untuk menghilangkan cap yang terlanjur diberikan masyarakat.

Maka bila masih ada pilihan lain yang lebih baik dari sisi keturunan, seseorang berhak untuk memilih istri yang secara garis keturunan lebih baik nasabnya.

 Sumber

Sarwat, Ahmad.2009. Seri Fiqih Islam KITAB NIKAH. Penerbit Kampus Syariah. Halaman 19-22.
Untuk mengetahui lebih jelas mengenai Fiqih Nikah dapat di lihat dalam ebook FIQIH NIKAH —> DOWNLOAD

Pinjam Satu

Posted: July 20, 2011 in HIKMAH

Cerita ini pertama kali ku dengar waktu SMA dari guru matematika kami. Beliau memang selalu membuat sebuah cerita saat dia melihat wajah-wajah siswanya mulai jenuh. Beliau kadang membuat cerita lucu, teka-teki, bahkan tak jarang beliau memotiasi kami, sehingga semangat dan wawasan selalu bertambah jika selesai belajar dengan beliau.

Suatu ketika aku membaca buku yang ku pinjam dan sampai saat ini belum ku kembalikan dari seoarang abang kos kami dulu, ternyata dalam buku tersebut ada cerita yang pernah diceritakan guru kami dulu. Buku ‘Setengah Isi Setengah Kosong’ nama bukunya.

Berikut adalah salah satu cerita singkat teka-teki yang pernah beliau sampaikan kepada kami. Cerita ini berhubungan dengan matematika dan pembagian warisan. Matematika aneh.

 Suatu ketika, disuatu daerah, hiduplah seorang duda dengan tiga orang anaknya. Duda ini memiliki harta, sawah, rumah dan juga memiliki ternak kerbau.

Suatu ketika saat si duda akan meninggal dia berwasiat bahwa ternak kerbaunya harus dibagi dengan bagian berikut ini. Anak yang pertma mendapat 1/2 bagian,  anak yang kedua 1/4 bagian, dan anak yang terakhir mendapat 1/5 bagian. Dan, waktu itu ternak kerbau yang diwariskannya saat itu adalah 19 ekor.

Dapatkah mereka membagi warisan kerbau tersebut, dengan pembagian yang utuh?

Perubahan dan Pilihan

Posted: June 13, 2011 in HIKMAH

Secara biologis kita berawal dari pertemuan antara sel kelamin kedua orang tua kita, yaitu bertemunya satu sel sperma dengan satu sel ovum. Untuk dapat berhasil bertemu dengan satu sel ovum, sel-sel sperma akan bersaing satu dengan lainnya agar dapat bertahan dan bertemu dengan sel ovum. Jadi, hanya sel sperma yang terpilih yang dapat bertemu dengan sel ovum. Sel sperma pilihan inilah yang akan bertemu dengan sel ovum dan akan menyebabkan terjadinya pembuahan setelah bertemu dengan sel ovum.

Kita sadari atau tidak dalam hidup kita kita tak pernah terlepas dari perubahan dan pilihan. Bayangkan, dahulu kita masih bayi. Ibu kita memilihkan dan memberikan gizi yang baik untuk kita sehingga kita bisa tumbuh dan menjadi kita seperti saat ini. Mungkin, saat kita masih bayi hingga anak-anak, kita masih dipilihkan untuk suatu hal. Namun, seiringnya berjalannya waktu terdapat perubahan, kita berubah menjadi bisa berpikir dan bisa memilih untuk kita sendiri. Bersyukurlah, dengan orang tua yang memilihkan perubahan untuk anaknya suatu perubahan untuk berfikir dan berubah menjadi lebih baik.

Sang Pencipta menciptakan memang menciptakan segala sesuatu itu berpasang-pasangan. Dalam surat Adz Dzaariyaat ayat 51 Allah mengatakan “Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah”.

Barusan saja berkomunikasi dengan salah seorang teman di facebook, dan aku melihat info pekerjaannya berubah. Dan aku bertanya, kenapa pindah kerja, dia cuma menjawab karena pengen ganti suasana saja, terus dia tertawa. Aku hanya mengirim smile emotion dan mengatakan “Iya, hidup ini adalah sebuah perubahan dan pilihan dan mudah-mudahan perubahan dan pilihannya menuju ke arah yang lebih baik”.

Dalam setiap perubahan tersebut ada yang kita tinggalkan dan akan ada yang baru yang akan kita tuju. Kita meninggalkan jejak apa dan menuju apa adalah sebuah pilihan. Jejak langkah yang baik akan menjadi teladan dan akan memberikan warna indah bagi kita dan orang-orang di sekitar kita. Jejak langkah yang baik akan memberikan buah yang manis saat ini maupun di akhirat kelak, karena itu sudah janji Allah kepada hamba-hambanya yang berbuat kebajikan. Sedangkan sebaliknya, jejak langkah yang buruk juga merupakan sebuah pilihan.

Jika kita melihat dengan mata hati kita dan kita sadari, sebenarnya mata hati kita pasti akan cenderung melihat dan menyuruh pada hal kebaikan. Namun, kadang kala itu menjadi kabur karena pandangan mata kita yang di sponsori oleh nafsu dan akal. Sekali lagi, di sini juga kita ditantang untuk memilih, apakah kita memilih untuk memperturutkan hawa nafsu kita di banding kata hati kita.

Pilihan mu akan membawa mu pada perubahan. Dan, perubahan itu merupakan sebuah pilihan. Maka, pilihlah sebuah perubahan yang menuju pada perubahan yang lebih baik dari saat ini. Karena, merugilah orang-orang yang hari ini tidak ada perubahan sikapnya dari hari kemarin, karena, meskipun sikapnya tidak berubah, ada satu yang aka terus berubah, yaitu usia, usia bertambah, berarti, jatah hidup didunia berkurang.